headline transformation towards the ultimate

BAN PT Kampus Merdeka

Mari Kita Sukseskan Persiapan Akreditasi Internasional IABEE Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik USU

Tobasamosir, (Analisa). Ratusan orang lulusan USU (Universitas Sumatera Utara) dari berbagai prodi di industri pulp TPL, baru-baru ini membentuk ikatan alumni guna meningkatkan rasa persaudaraan, profe­sionalisme dan kecintaan bersama terhadap almamater. Para lulusan kebanyakan dari prodi (program studi) teknik meliputi mesin, elektro, kimia, pertanian, kehutanan, dan sipil. Fakta ini mudah dimaklumi. Sebab sebagai in­dustri berbasis ba­han baku kayu menjadi pulp (bubur kertas), TPL (PT Toba Pulp Les­ta­ri,Tbk) membutuhkan banyak tenaga te­rampil dalam me­na­ngani permesinan, kelis­trikan, dan proses produksi dengan meman­faatkan secara hati-hati, terukur dan bertang­gungjawab ba­han-bahan kimia sebagai pe­nolong termasuk dalam pengo­la­han limbah hingga memenuhi baku-mutu.

news 2016 05 06 10 53 4670

Juga dibutuhkan dukungan tenaga berke­mam­puan tinggi di bidang pertanian dan ke­hutanan, sebab bahan bakunya berupa eka­liptus yang kaya serat dan cepat tumbuh diper­kebunkan dalam bentuk HTI (hutan tanaman industri).

Untuk mewujudkan ikatan alumni terse­but, Ketua IKA (Ikatan Keluarga Alumni) USU Ir H Tengku Erry Nuradi MSi, juga Plt Gubernur Sumatera Utara, memberi mandat pembentukan kepada alumni magister Sains PSL 1996 yang sedang menempuh studi S-3, dan kini menjabat sebagai salah seorang manajer senior, Ir SimonH Sidabukke MSi.

Mandat itu sekaligus untuk pembentukan ikatan alumni untuk cabang Kabupaten To­basamosir. Tetapi untuk tahap awal di TPL dulu sebagai pengurus tingkat komisariat. "Ternyata memperoleh sam­butan cukup po­sitif. Bukan hanya dari para alumni melain­kan juga dari manajemen," kata Simon, yang dalam kepengu­ru­san dibebani posisi humas (hubungan masyarakat) yang ia lukiskan "bidang sapu jagat."

Ikatan alumni itu dibentuk dalam musya­warah komisariat, Selasa, 29 Maret 2016. Periode kepengurusan 2016 - 2018. Para pengurus terpilih meliputi pelindung (Rektor USU, DPP IKA USU, DPD IKA USU), pe­nasehat (Mulia Nauli, Leonard Hu­tabarat, Jandres Silalahi) dan pembina (Marihot Sitanggang, Wahid I Lase, Zainul Arifin, Juanda Panjaitan, Lubianto).

Pengurus pelaksana meliputi 46 orang dengan Ketua Umum Suhunan Sirait ST (teknik kimia 1993), Ketua-1 Paulus Maharaja Purba ST, MM (teknik mesin 2011), Ketua-2 Elis Silalahi ST (teknik elektro 1999), Sekretaris Melina ST (teknik kimia 2010) dan Bendahara Johanes Hasibuan SP (Faperta 2001). Pengurus dilengkapi bebera­pa bidang (organisasi dan anggota, pengem­bangan kompetensi, kewirausahaan dan kerjasama, pengabdian masyarakat, pertani­an - perikanan - peternakan, seni dan budaya, lingkungan dan kesehatan, komunikasi dan publikasi, diisi figur sesuai keahlian masing-masing sebagai pendukung organisasi. "Pengurus ini sudah siap untuk diresmi­kan," kata Simon.

Manajemen TPL diwakili Lubianto (manajer Sumber Daya Manusia) melukis­kan kegembiraannya atas kehadiran organi­sa­si alumni USU di perusahaan pulp, satu-satunya di Sumatera Utara itu. Ia berharap organisasi alumni dapat memberi kontribusi dalam meningkatkan profesionalisme dan produktivitas anggota.

Ditinjau dari segi banyaknya jumlah alumni USU (110 orang) di antara sekitar 1.000 orang tenaga kerja perusahaan, maka tidak berlebihan bila ada yang berpendapat maju-mundurnya in­dustri ini secara psiko­logis tidak dapat dipisahkan dari nama be­sar almamater.


Bakti Sosial merupakan salah satu program kerja dari Departemen Sosial & Kerohanian Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEK) FT-USU Periode 2015-2016. Melalui program kerja Bakti Sosial ini, diharapkan himpunan bersama anggotanya dapat mengaplikasikan sikap simpatinya terhadap kehidupan sosial di luar kampus. Hal ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat sekitar yang juga membuktikan bahwa mahasiswa dapat aktif menolong sesama di sela-sela padatnya aktivitas di kampus. Suatu sikap nyata dari mahasiswa sendiri yang harus peka terhadap kehidupan sosial, yang terpanggil secara alami dari hati nurani.

news 2016 09 14 22 21 4259


Kali ini bakti sosial HIMATEK FT-USU ditujukan ke Smart Aurica School yang pengelolaannya di bawah binaan Yayasan Mendengar Bicara. Sekolah ini merupakan sekolah pertama di Kota Medan dengan misi mempersiapkan anak dengan gangguan pendengaran untuk memasuki sekolah umum. Sekolah ini menerapkan metode auditory verbal therapy (AVT) sehingga anak-anak tersebut dapat memaksimalkan pendengarannya dan berkat adanya teknologi implan koklear, anak-anak tersebut memiliki kemampuan mendengar setara dengan anak normal lainnya.


Melalui kegiatan bakti sosial ini, HIMATEK telah berperan serta dalam membantu yayasan melalui tiga rangkaian kegiatan yaitu: (1) Memperkenalkan sains sederhana kepada para siswa Smart Aurica School, (2) Mendukung penggalangan dana, dan (3) Membantu penyelenggaraan “Seminar Sosialisasi Ekstensi Anak dengan Gangguan Pendengaran dan Bicara” bekerja sama dengan Yayasan Mendengar Bicara.

 

Pada kegiatan pertama, HIMATEK terlibat dalam upaya mengenalkan sains sederhana kepada para siswa Smart Aurica School. M. Zulfadhli, mahasiswa Teknik Kimia USU Angkatan 2012 memperagakan cara pembuatan gunung merapi, air mancur, dan pencampuran warna di ruang kelas dengan menggunakan bahan-bahan yang sederhana. Kegiatan ini melibatkan siswa Smart Aurica School pada kelas Trial, Basic dan Advance. Pada kegiatan penggalangan dana, HIMATEK membantu penjualan souvenir yang dibuat oleh yayasan. Sedangkan pada kegiatan ketiga, HIMATEK turut andil dalam menyukseskan acara seminar yang diadakan pada tanggal 27 Februari 2016 di Gedung H. Anif (Kampus USU). Seminar tersebut merupakan upaya untuk memberikan informasi tentang eksistensi anak-anak tersebut di tengah-tengah lingkungan masyarakat juga memupuk sikap empati dan apresiasi terhadap prestasi mereka. Pada seminar tersebut dihadirkan para pembicara yang mengupas perihal seminar tersebut dari tinjauan aspek medis, aspek solusi teknologi dan habilitasi, serta implementasi Sekolah Inklusif.

PLTBg (Pembangkit Listrik Tenaga Biogas) Asian Agri ternyata menjadi daya tarik berbagai kalangan. Hal ini dikarenakan pengolahan limbah cair/POME (Palm Oil Mill Effluent) menjadi biogas, selain ramah lingkungan juga dinilai memiliki keunggulan tersendiri. Sebagaimana pada hari ini, 16 Pebruari 2016, Tim Peneliti dari Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik USU dan Toyohashi University of Technology Jepang, sebanyak 6 orang melakukan studi banding ke PLTBg Asian Agri yang berlokasi di Desa Batu Anam, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan.

news 2016 05 06 10 55 3644

Rombongan peneliti ini tampak antusias ketika menyaksikan secara langsung PLTBg Asian Agri yang telah beroperasi pada tanggal 23 April 2015.Menurut Dr. Eng. Irvan MSi, Ketua Departemen Teknik Kimia USU, adapun tujuan rombongan Tim Peniliti ini berkunjung ke salah satu PLTBg milik Asian Agri dalam rangka studi banding, mengingat mereka juga sudah mengembangkan proyek biogas plant yang berlokasi di USU.

Sebenarnya kami juga sudah memiliki pilot project biogas plant di USU, sehingga tujuan kami kemarilah adalah untuk studi banding guna melihat langsung teknologi yang diterapkan oleh Asian Agri dalam rangka mengolah limbah cairnya menjadi biogas. Ternyata, setelah kami melihat langsung, PLTBg ini sangat luar biasa, teknologi yang digunakan juga teknologi yang lebih unggul dibanding lokasi-lokasi lain yang sudah pernah kami kunjungi sebelumnya, terangnya menambahkan.

Dari 6 orang Tim peneliti yang turun, 2 diantaranya adalah pelajar Jepang dari Toyohashi University Of Technology Jepang yang pada saat ini sedang mengikuti program pertukaran pelajar di USU.

Mereka tertarik dengan apa yang dilakukan Asian Agri yang mengolah limbah cairnya menjadi energi listrik. Menurut mereka Jepang juga sudah mengolah limbah cairnya menjadi listrik, namun limbah cair yang digunakan adalah limbah cair yang berasal dari makanan, kotoran hewan, dan lain-lain. Namun tidak ada yang berasal dari sawit, karena disana tidak ada limbah sawit.

Menurut mereka untuk mengolah limbah cair sawit menjadi energi listrik tidaklah semudah mengolah limbah cair yang berasal dari makanan ataupun kotoran hewan. Hal ini dikarenakan limbah sawit mengandung lemak, yang gampang menggumpal/membeku. Sehingga mereka kagum dengan keberhasilan yang telah dicapai Asian Agri.

Sementara itu, Manager Pabrik, Reno Ruswandi menyatakan bahwa Asian Agri senantiasa menerapkan budaya kerja yang inovatif & kreatif serta ramah lingkungan. Sehingga dalam mengolah limbah cair menjadi biogas, teknologi yang digunakan tentu saja teknologi unggulan.

Budaya kerja Asian Agri itu adalah inovatif dan kreatif serta ramah lingkungan. Maka untuk mengolah limbah cair/POME (palm oil mill effluent) untuk menghasilkan energi. Asian Agri juga memilih untuk menggunakan tehnologiunggul. Yakni dengan menggunakan teknologi digester tank dan An MBR (Anaerobic Membrane Bio Reactor) dengan menggunakan bakteri Thermophilip yang berfungsi mempercepat dan memaksimalkan proses pembentukan gas, ujarnya memberi penjelasan.

Secara terpisah, Humas Asian Agri, Lidya Veronica mengatakan, bahwa Asian Agri telah membangun 5 unit PLTBg dari 20 unit PLTBg yang ditargetkan dapat dibangun hingga Tahun 2020. Kelima PLTBg yang telah dibangun tersebut tersebar di Sumatera Utara, Riau dan Jambi.

Pembangunan PLTBg ini adalah wujud nyata Asian Agri dalam rangka mendukung industri kelapa sawit yang berkelanjutan, dimana limbah dapat diolah menjadi energi baru dan terbarukan. Sehingga sangat ramah lingkungan, ujarnya mengakhiri penjelasannya.

MEDAN-USU, Toyohashi Unversity of Technology (TUT) Kembali berkunjung ke Universitas Sumatera Utara (USU). Dalam Kunjungan kali ini, dibahas tentang peluang – peluang kerjasama yang lebih besar dan diperkirakan dapat lebih dikembangkan lagi oleh TUT dan USU.

Rombongan Toyohashi University of Technology (TUT) dipimpin Hiroyuki Daimon, Ph.D disambut Rektor USU, Prof. Runtung Sitepu, SH. M.Hum, Jumat ( 19/02/2016) di Ruang Kerja Rektor BPA USU. Hadir dalam acara penyambutan kunjungan TUT ini, Wakil Kepala KUI USU Dr. Eng. Himsar Ambarita, Kaprodi Teknik Kimia Dr. Ir. Irvan, M.Si, dan beberapa staf pengajar USU di antaranya, Ir. Bambang Trisakti, MT, Emerson P. Sinulingga, ST. M.Sc dan Prof. Dr. dr. Dalimunthe

news 2016 05 22 10 30 5925

Terkait dengan kerjasama ini, USU dan TUT akan memperbaharui dan merevisi MoU yang ada, karena pada saat ini MoU antara USU dan TUT telah habis masa berlakunya. Adapun bidang – bidang yang tercakup di dalam MoU antara USU dan TUT antara lain : Joint Research, Join Publication, Internship Program, Studi lanjut, dan kemungkinan melakukan Benchmarking laboratorium yang ada di TUT untuk kemudian dapat diaplikasikan dilaboratorium yang dimiliki oleh USU.

Hiroyuki yang pada saat ini menjabat sebagai Direktur Of Dept. of Enviromental and life Sciences Toyohashi University of Technology (TUT) menyatakan harapannya agar kerjasama antara USU dan TUT yang ada selama ini dapat terjalin ke arah yang lebih baik lagi, baik itu dibidang penelitian dan pertukaran mahasiswa, joint publication dan studi lanjutan.

Beberapa Kerjasama yang pernah tercatat antara USU dan TUT di antaranya, Tahun 2009 s/d 2013 ; Penelitian pembuatan biogas dari limbah sawit bersama metawater Co.Ltd, Tahun 2010 ; Paper bersama pada 44th Annual Confrence of Japan Society on Water Enfironment (JSWE) Fukuwoka Unversity, Fukuoka, tahun 2013 ; Penelitian pembuatan high quality compost bersama Komasuya Co. Ltd, Tahun 2010 s/d tahun 2016 ; Internship Program, tahun 2015 s/d sekarang ; Penelitian pembuatan biogas dari limbah sawit, bersama Kurita Co.Ltd.

Seperti yang dilansir melalui laman web http://www.tut.ac.jp/english/introduction/philosophy.html bahwa program utama dari pendidikan TUT adalah "kurikulum spiral-up" nya. Dalam kurikulum ini, ditahun pertama siswa akan belajar di bawah instruksi teknis tertentu yaitu dasar dan khusus. Kemudian di tahun kedua para mahasiswa akan mengulang pelajaran ditahun pertama. Pada tahun ketiga para mahasiswa melalui pendekatan canggih dharapkan dapat mengumpulkan kompetensi dasar dan kompetensi khusus mereka sebelumnya.

Di tahun keempat para mahasiswa akan melakukan magang jangka panjang di sektor bisnis, tepatnya sebelum mereka melakukan sidang atau ujian akhir. Melalui pengalaman mereka dalam menangani masalah, layaknya sebagai insinyur yang bekerja, mereka akan mampu untuk memahami makna dari pendidikan mereka, dan apa tujuan dari program master yang dimaksudkan, yaitu untuk menciptakan insinyur praktis, kreatif, dan inovatif.

Dengan cara ini, TUT akan mampu membina mahasiswanya dalam memahami ilmu pengetahuan dan memiliki minat yang mendalam tentang teknologi karena pengulangan pendidikan dasar dan khusus dan pelatihan praktis di tempat mereka bekerja.

Kuliah Umum merupakan salah satu program kerjadari Departemen Pendidikan & Kaderisasi Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEK) FT-USU Periode 2015-2016.Kegiatan kuliah umum yang pertama diadakan pada tanggal 9 Januari 2016 bertempat di Gedung Kuliah Teknik Kimia FT-USU. Tema yang diusung pada kuliah umum ini adalah “Pertamina Indonesia’s Power House”.Pembicara pada kuliah umum ini adalah Bapak Ir. Teuku Khaidir, M.Si selaku President Director PT. Perta Arun Gas dan Bapak Ir. Adi Harianto, MBA selaku General Manager PHE NSB & PHE NSO. Keduanya merupakan alumni Teknik Kimia USU Angkatan ’79 dan ’81.Dalam kuliah umum tersebut disampaikan tekad Pertamina untuk mempertahankan posisinya sebagai economic power house guna menjadi the true economic power house. Sepanjang kiprahnya selama 50 tahun, Pertamina telah memainkan peranan yang sangat penting di sektor migas.

news 2016 06 07 01 43 2941

Peran sebagai lokomotif ekonomi akan tetap dipertahankan oleh Pertamina dengan cara memperbaiki pengelolaan manajemen agar lebih profesional dibanding yang sebelumnya. Tekad untuk menjadi sumber pendapatan negara,penyedia lapangan kerja, tumpuan bisnis para mitra dagang, hingga menjadi pemain strategis yang menopang pembangunan negara harus dicapai dengan membenahi berbagai sektor yang selama ini menjadi batu sandungan bagi Petamina untuk meraih kejayaan sebagai perusahaan migas berkelas dunia.Kuliah umum yang diselenggarakan kali ini diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa terkait dengan keahlian dalam bidang ilmu keteknikkimiaan yang dibutuhkan perusahaan khususnya di bidang perminyakan dan energi. Mahasiswa juga diharapkan dapat memetik ilmu dan pengalaman kerja dari para pembicara sehingga memotivasi mereka untuk lebih giat dan aktif belajar. Kesediaan para Alumni Teknik Kimia USU untuk meluangkan waktunya dan kembali ke lingkungan kampus sangatlah diapresiasi.

Kehadiran mereka sangat dinantikan untukberbagi ilmu, pengalaman, serta kiat-kiat untuk sukses kepada adik-adiknya. Kehadiran mereka menjadi motivasi bagi mahasiswa Teknik Kimia USU untuk mengikuti jejak sukses para senior terdahulunya.

Please publish modules in offcanvas position.